Posts

Showing posts with the label refleksi rohani

Ketika Janji Tuhan Dimulai dari Kehilangan (Refleksi Kejadian 23:1-20)

Image
Banyak orang berpikir bahwa iman yang kuat tidak memberi ruang bagi kesedihan. Padahal Alkitab justru mencatat sebaliknya. Kejadian pasal 23 memperlihatkan Abraham menangis dan berduka. Pasal ini mengingatkan kita bahwa menjadi manusia yang percaya kepada Tuhan tidak berarti kebal terhadap kehilangan, melainkan berani menghadapinya bersama-Nya. Kematian Sara dicatat dengan sangat singkat dalam Alkitab. Singkat, tapi berat. Tidak ada pengantar panjang. Tidak ada drama. Alkitab hanya mencatatnya apa adanya, seolah mengingatkan bahwa kematian tidak pernah menunggu kesiapan siapa pun. Abraham menangis. Bapa semua orang beriman itu tidak langsung kuat. Ia duduk dan meratap. Ia membiarkan dukanya terlihat.  Ini menegurku. Iman yang dewasa bukan iman yang meniadakan air mata, melainkan iman yang berani jujur di tengah kehilangan. Manusia sering merasa harus “baik-baik saja” di hadapan Tuhan dan manusia. Seolah iman menuntut manusia menekan kesedihan. Padahal Abraham, orang yan...