Renungan Pagi: Melepaskan demi Damai, Memilih dengan Iman (Kejadian 13:1–18)
Pagi ini aku membaca Kejadian pasal 13—tentang keputusan, harta, dan ketenangan hati.
Abram dan Lot baru saja kembali dari Mesir. Berkat dan kekayaan mereka banyak. Tapi justru karena harta itu, muncul perselisihan.
“Karena harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.” (ayat 6)
Menarik ya—bukan kekurangan, tapi kelimpahan yang menyebabkan pertengkaran.
Kadang aku berpikir: jika aku punya lebih banyak, semuanya akan jadi lebih tenang. Tapi ternyata, berkat yang tidak dibarengi dengan kedewasaan bisa melahirkan konflik juga.
Tapi respons Abram luar biasa.
“Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau... Bukankah seluruh negeri ini terbuka bagimu? Pisahkanlah dirimu daripadaku...” (ayat 8–9)
Abram, yang lebih tua dan lebih berhak secara sosial, melepaskan hak memilih. Ia memberi Lot kebebasan untuk menentukan lebih dulu.
Aku terdiam di sini.
Betapa sering aku ngotot untuk mempertahankan "yang jadi bagian saya." Tapi Abram tidak. Ia memilih damai lebih dari dominasi. Ia percaya bahwa di mana pun ia berada, asal bersama Tuhan, itulah tempat yang baik.
Lot melihat tanah yang subur. Hijau. Dekat Sodom. Dan ia memilih berdasarkan apa yang terlihat baik secara lahiriah. Tidak salah. Tapi tidak selalu bijak.
“Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu...” (ayat 11)
Sedangkan Abram tinggal di Kanaan—yang mungkin terlihat lebih gersang. Tapi tak lama setelah itu, Tuhan bicara kepadanya:
“Angkatlah matamu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan...”
“Sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu...” (ayat 14–15)
Lot memilih dengan mata sendiri.
Abram menunggu Tuhan membukakan matanya.
Dan di akhir pasal, seperti biasa, Abram membangun mezbah. Ia tidak hanya sibuk menghitung tanah. Ia sibuk menyembah.
Pagi ini aku belajar:
Berkat bisa menjadi beban, jika tidak dibarengi dengan hati yang tenang dan dewasa.
Melepaskan hak bukan berarti kalah. Kadang itu bukti dari iman dan kedewasaan.
Lot memilih dengan logika. Abram menunggu janji Tuhan. Dan Tuhan tidak pernah terlambat memberi bagian yang terbaik.
Comments
Post a Comment