Refleksi MTPJ: Jawaban Pertanyaan Diskusi dan Nyanyian Ibadah yang Diusulkan
Sejak awal, Tuhan tidak hanya memberi manusia tempat tinggal, tetapi juga tanggung jawab.
Ketika Tuhan menempatkan manusia di Taman Eden, Tuhan mempercayakan ciptaan-Nya untuk dirawat, dijaga, dan diusahakan bersama. Alam bukan sekadar tempat hidup, tetapi titipan Tuhan.
Mari kita masuk ke pertanyaan MTPJ dan mari kita jawab bersama.
1. Apa yang saudara pahami "Manusia Mengusahakan dan Memelihara Taman Eden" menurut Kejadian 2:8-17?
Jawaban:
Menurut Kejadian 2:8–17, manusia ditempatkan di Taman Eden bukan sebagai pemilik mutlak, melainkan sebagai penjaga yang dipercaya Tuhan. Taman itu adalah ruang kehadiran Allah. Tempat relasi, bukan sekadar tempat tinggal. Segalanya sudah disediakan Tuhan dengan cukup, bahkan berlimpah. Namun, kelimpahan itu disertai dengan tanggung jawab.
Mengusahakan taman berarti manusia dipanggil untuk terlibat aktif: bekerja, merawat, dan mengembangkan apa yang Tuhan tanamkan. Memelihara taman berarti menjaga agar ciptaan tetap hidup, tidak rusak, dan tetap berada dalam maksud Tuhan. Kedua tugas ini menunjukkan bahwa kerja manusia adalah bagian dari ibadah dan relasi dengan Allah.
Di tengah kepercayaan itu, Tuhan juga menetapkan batas. Larangan tentang pohon pengetahuan bukan tanda Tuhan menahan kebaikan, melainkan tanda kasih. Batas itu menjaga relasi agar tetap sehat. Tanpa batas, manusia bukan menjadi bebas, tetapi kehilangan arah. Ketaatan hanya bermakna ketika ada pilihan, dan pilihan itu menguji kepercayaan.
Penyebutan kematian sebelum dosa terjadi menegaskan satu kebenaran bahwa hidup yang terpisah dari Tuhan akan layu. Karena itu, mengusahakan dan memelihara taman bukan hanya soal alam, tetapi tentang hidup dalam kepercayaan kepada Tuhan dan mampu menjalani tanggung jawab dengan taat, sadar, dan penuh hormat kepada Sang Pemberi hidup.
Dengan demikian, “mengusahakan dan memelihara Taman Eden” berarti hidup sebagai penatalayanan yang setia dan menjaga apa yang Tuhan percayakan, menghormati batas yang Tuhan tetapkan, juga merawat relasi dengan Tuhan sebagai sumber kehidupan itu sendiri.
2. Mengapa manusia diberi tanggungjawab untuk mengusahakan dan memelihara alam dan ciptaan lainnya?
Jawaban: Karena tanggung jawab ini adalah kehormatan, bukan beban. Sebagai gambar Allah, manusia dipanggil untuk mencerminkan karakter Tuhan yang memelihara, memberi kehidupan, dan menjaga keteraturan. Karena itu, relasi manusia dengan alam seharusnya mencerminkan kasih dan tanggung jawab, bukan keserakahan dan perusakan. Alam bukan milik manusia, melainkan milik Tuhan yang dipercayakan untuk dirawat.
Tanggung jawab ini juga mengingatkan bahwa hidup manusia tidak berdiri sendiri. Keberlangsungan hidup manusia terikat pada keberlangsungan ciptaan lain. Ketika alam dirusak, manusia sendiri yang akan menuai dampaknya. Karena itu, memelihara ciptaan berarti menjaga kehidupan bersama.
Selain itu, Tuhan memberi tanggung jawab ini agar manusia belajar hidup dalam ketaatan. Melalui tanggung jawab ini, manusia belajar bahwa kebebasan selalu berjalan bersama tanggung jawab, dan kasih Tuhan selalu mengarah pada kehidupan, bukan kehancuran.
Dengan demikian, manusia diberi tanggung jawab untuk mengusahakan dan memelihara alam karena Tuhan menghendaki kehidupan terus bertumbuh dalam relasi yang harmonis antara manusia, ciptaan, dan Tuhan sendiri.
3. Bagaimana peran gereja untuk mengusahakan dan memelihara alam dan ciptaan lainnya?
Jawaban: Gereja berperan mengusahakan dan memelihara alam dengan mengajarkan bahwa ciptaan adalah milik Tuhan dan manusia hanyalah penatalayanan. Melalui pemberitaan Firman, gereja menolong jemaat memahami bahwa merawat alam bukan isu tambahan, melainkan bagian dari ketaatan iman dan panggilan Kristen.
Selain mengajar, gereja juga dipanggil memberi teladan nyata. Melalui sikap hidup sederhana, kepedulian terhadap lingkungan, dan tindakan bersama yang menjaga ciptaan, gereja menghadirkan kesaksian bahwa kasih kepada Tuhan dinyatakan melalui tanggung jawab terhadap seluruh ciptaan-Nya.
Demikianlah jawaban atas pertanyaan MTPJ berdasarkan Kejadian 2:8–17. Refleksi ini menegaskan bahwa mengusahakan dan memelihara ciptaan adalah bagian dari panggilan iman dan ketaatan manusia kepada Tuhan. Berikut ini adalah nyanyian yang diusulkan dan hendak digunakan dalam liturgi/tata ibadah bentuk III pada Ibadah Minggu, 18 Januari 2026.
Nyanyian Masuk:
NKB No. 7 Nyanyikanlah Nyanyian Baru
Syair: T. Lubis
Berdasarkan: Mazmur 148
Lagu: Tradisional Batak Toba
1. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah,
Pencipta cakrawala.
Segala Serafim, Kerubim, pujilah Dia
besarkanlah namaNya.
Reff
Bersoraksorai bagi Rajamu!
Bersoraksorai bagi Rajamu!
Nas Pembimbing:
KJ No. 60 Hai Makhluk Alam Semesta
Syair: Altissimo omnipotente, Franciscus Assisi 1224/25/26; All Creatures of our God and King, William Henry Draper 1926
Terjemahan: H.A.Pandopo 1982
Lagu: Peter von Brachel 1623
1. Hai mahluk alam semesta, Tuhan Allahmu pujilah:
Haleluya, haleluya! Surya perkasa dan terang, candra, kartika Cemerlang, puji Allah tiap kala:
Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Pengakuan Dosa:
KJ No. 29 Di Muka Tuhan Yesus
Syair: For Jesu milda ogon, Lars Stenback (1811-1875)
Terjemahan: Yamuger, 1982
Lagu: Huugo Nyberg, 1873
la = c 4 ketuk
1. Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku.
Kubawa dosa-dosaku di muka Tuhan Yesus.
Berita Anugerah Allah:
KJ No. 394 Betapa Indah Harinya
1. Betapa indah harinya saat kupilih Penebus.
Alangkah sukacitanya, 'ku memb'ritakannya terus.
Reff:
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.
'Ku diajari Penebus berjaga dan berdoa t'rus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.
Ses Pengakuan Iman:
KJ No.46 Besarkan Nama Tuhan
Syair: Wij moeten Gode zingen, Willem Barnard, 1959
Terjemahan: H. A. Pandopo,
Lagu: Willem Vogel, 1959
la = d 2 ketuk
1. Besarkan nama Tuhan, Haleluya;
kasihNya tak berkurang, Haleluya!
Sekalipun keluhan menimpa umatNya,
BerkatNya ditemukan, Haleluya!
Persembahan:
KJ. No.289 Tuhan, Pencipta Semesta
Syair: O Lord of Heaven and Earth and Sea, Cristopher Wordsworth 1653,
terj. (bait 1-8) Yamuger/(bait 9)I.S. Kijne (1899-1970) © S.G.L
Lagu: John Bacchus Dykes (1823-1876)
1. Tuhan, Pencipta semesta, Kaulah Yang Mahamulia;
sungguh besar karunia yang Kauberi.
2. KasihMu nyata terjelma di sinar surya yang cerah,
di sawah dan tuaiannya yang Kauberi.
3. Puji syukur terimalah atas berkat anugerah
di rumah yang sejahtera yang Kauberi.
4. Kau merelakan Put'raMu, supaya dunia ditebus;
denganNya kurnia penuh t'lah Kuberi.
5. Kau mencurahkan Roh Kudus dengan segala
yang perlu: hidup, kuasa, kasihMu Engkau beri.
6. Tidak terbalas kurnia, ampunan dosa dunia
dan pengharapan yang baka yang Kauberi.
7. Hilanglah harta yang fana; yang kami cari hanyalah
harta sorgawi yang baka yang Kauberi.
8. Pemb'rian kami s'lamanya dari tanganMu asalnya;
yang Kauterima itulah yang Kauberi.
9. Terima hormat dan sembah, terima hidup dan kerja
serta sekalian benda yang Kauberi.
Penutup:
DSL No.176 Musim Penuaian
Selaku orang pengetam, yang rajin kami himpunkan
Gandum dan bawa masuk trus, ke lumbung Tuhan yang Kudus.
Dan Yesus pun ku pujikan, Yang TuhanNya penuaian
yang berilah berkat bahkan pun yang matilah
sepri gandum.
Reff.
Pergi dan bekerjalah kamu satu-satu
Tuhan panggil bersegra, jangan sayup waktu.
Baik cepat-cepat teman, skarang waktu mengetam
Maju dengan nama Tuhanmu.
Cek artikel lainnya di sini ya 😇
Comments
Post a Comment