PENGAKUAN IMAN RASULI

PENGAKUAN IMAN RASULI

Aku percaya kepada Allah Bapa, Yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.
Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, TUHAN kita, yang dikandung daripada Roh Kudus, 
lahir dari anak dara Maria, yang menderita di bawah Pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, 
turun dalam kerajaan maut, pada hari yang ketiga
bangkit pula dari antara orang mati, 
naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa,
Yang Mahakuasa 
dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya kepada Roh Kudus; 
Gereja yang kudus dan am;
Persekutuan orang kudus; Pengampunan dosa;
Kebangkitan daging; Dan hidup yang kekal. Amin.
_______


Sahabat Gema Obor,
Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan dalam berbagai ibadah di Gereja-Gereja GMIM, serta dengan mencermati beberapa tata ibadah yang digunakan dalam pelayanan jemaat, penulis menemukan hal yang menarik mengenai penggunaan Pengakuan Iman Rasuli dalam liturgi GMIM.

Pengakuan Iman Rasuli merupakan rumusan iman yang paling sering digunakan dalam ibadah-ibadah GMIM. Rumusan iman ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi gereja, tetapi juga berfungsi sebagai sarana bagi jemaat untuk bersama-sama menegaskan iman mereka kepada Allah Tritunggal serta karya keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus.

Namun demikian, Pengakuan Iman Rasuli ternyata tidak selalu ditempatkan pada satu posisi yang sama dalam setiap tata ibadah. Penempatannya disesuaikan dengan bentuk dan tema ibadah yang sedang dilaksanakan.

Berikut beberapa ketentuan umum penempatan Pengakuan Iman Rasuli dalam tata ibadah GMIM:

• Dalam Tata Ibadah Hari Minggu Bentuk I, Pengakuan Iman Rasuli dibacakan sebelum Hukum Tuhan, atau sesudah Pengakuan Dosa dan Berita Anugerah Allah.

• Dalam Tata Ibadah Hari Minggu Bentuk II, Pengakuan Iman Rasuli dibacakan sebelum Doa Umum, atau sesudah Pembacaan Alkitab.

• Dalam Tata Ibadah Persiapan Perayaan Perjamuan Kudus, Pengakuan Iman Rasuli dibacakan sebelum Hukum Tuhan, atau sesudah Pengakuan Dosa dan Berita Anugerah Allah.

• Dalam Tata Ibadah Perayaan Perjamuan Kudus, Pengakuan Iman Rasuli dibacakan sebelum Doa Umum, atau sesudah Peringatan akan Kristus.

Melalui penempatan yang beragam ini, GMIM ingin menegaskan bahwa Pengakuan Iman Rasuli bukan sekadar unsur liturgi yang diulang-ulang, melainkan pengakuan iman yang hidup. Setiap kali jemaat mengucapkannya, jemaat diajak untuk mengingat kembali siapa yang mereka percayai, apa yang mereka imani, dan bagaimana iman itu dihidupi dalam keseharian.

Pengakuan Iman Rasuli menjadi momen penting bagi jemaat untuk berdiri bersama sebagai satu tubuh Kristus, menyatakan iman kepada Allah Bapa sebagai Pencipta, kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat, dan kepada Roh Kudus yang terus bekerja di tengah gereja.

Kiranya melalui tulisan sederhana ini, Sahabat Gema Obor dapat semakin memahami makna dan pentingnya Pengakuan Iman Rasuli dalam tata ibadah GMIM, bukan hanya sebagai bagian dari susunan ibadah, tetapi sebagai pengakuan iman yang terus diperbaharui di dalam hati setiap umat.

Terima kasih bagi Sahabat Gema Obor yang sudah membaca sampai akhir. Jika tulisan ini memberi berkat atau menambah pemahaman, penulis sangat bersyukur.
Dan jika masih ada hal yang perlu dilengkapi, atau Sahabat Gema Obor memiliki pandangan maupun pengalaman lain terkait liturgi GMIM, silakan dibagikan di kolom komentar.

Mari kita saling membangun, berbagi, dan belajar bersama, agar iman kita semakin diteguhkan dan kehidupan bergereja kita semakin diperlengkapi oleh Tuhan. 🙏✨


Yuk simak juga hal lain yang ada di GMIM

Comments

Popular posts from this blog

Lirik Mars Lansia GMIM

KHOTBAH PRIA KAUM BAPA GMIM (Pembacaan Alkitab: Amsal 9:1-18)

Lirik Mars PKB GMIM, KAUM BAPA G'REJA & HYMNE PKB GMIM