Renungan Bina Remaja: 1 KORINTUS 1 : 10 -17 "SEIA SEKATA, ERAT BERSATU DAN SEHATI SEPIKIR"

Bulan Peduli Remaja GMIM menjadi ruang penting bagi gereja untuk kembali menengok denyut kehidupan iman para remaja yang bukan hanya sebagai generasi penerus, tetapi sebagai bagian utuh dari tubuh Kristus hari ini. Remaja hidup di tengah dunia yang penuh figur panutan, tren, dan pengaruh kuat. Di satu sisi, itu memberi inspirasi; di sisi lain, tanpa disadari bisa menjerumuskan pada persaingan, pengelompokan, bahkan perpecahan dalam pelayanan.

Firman Tuhan dari 1 Korintus 1:10–17 mengajak kita untuk berhenti sejenak dan bercermin. Paulus menegur jemaat yang aktif, cerdas, dan bersemangat melayani, namun perlahan kehilangan pusatnya yaitu Kristus. Renungan ini dihadirkan untuk menolong para remaja dan para pembina mengevaluasi arah pelayanan, apakah masih berpusat pada Yesus, atau sudah bergeser pada figur, gaya, dan “branding rohani” yang membanggakan manusia.

Kiranya renungan ini menuntun kita kembali kepada panggilan sejati: melayani dengan hati yang tunduk, seia sekata, sehati sepikir, dan erat bersatu di dalam Kristus.


1 - 7 FEBRUARI 2026 

1 KORINTUS 1 : 10 -17 

"SEIA SEKATA, ERAT BERSATU DAN SEHATI SEPIKIR" 


Coba kamu jawab dengan jujur, siapa sosok idolamu dalam pelayanan? Adakah itu pendeta, pembina remaja atau teman paling bertalenta? 

Sesungguhnya meneladani orang lain dalam hal baik, bukanlah kesalahan. Tapi, hati-hati dengan jebakan "branding rohani". 

Ada banyak orang terjebak pada pandangan rohani seseorang/kelompok yang merasa paling benar serta keren, hingga akhirnya menimbulkan perpecahan dan bukan kesatuan dalam pelayanan yang tunduk pada Tuhan Yesus. 

Mari bercermin dari jemaat di Korintus. Mereka adalah jemaat kristen yang hidup di kota, senang berkompetisi serta sarat filsafat Yunani. jemaat terinfeksi cara pandang umum sehingga saling menjagokan pemimpin dan kelompoknya. Ada golongan Paulus, Apolos, dan Kefas. Gereja menghadapi ancaman perpecahan.

Paulus menyurati jemaat di Korintus untuk mengingatkan adanya bahaya. Paulus tidak menolak perbedaan, tetapi ia mengkritik perpecahan yang lahir karena ego. Paulus menunjukkan satu-satunya figur yang patut diteladani ialah Yesus Kristus. Terang Kristus menyatakan bahwa pelayanan yang berpusat pada figur, gaya, atau aliran dan bukan pada Kristus sebenarnya gelap secara rohani, walau terlihat aktif.

Paulus juga menolak pengkultusan atas dirinya. Ia memberi penegasan tentang baptisan, sebab di masa itu ada pemikiran bahwa baptisan juga merupakan tanda loyalitas seseorang kepada pembaptis yang dianggap sebagai guru. Paulus menempatkan Kristus sebagai pusat. 

Hal ini menunjukkan terang Kristus meruntuhkan semua motivasi melayani demi pengakuan, posisi ataupun pengaruh. 

Pelayanan gereja bukan untuk menciptakan pengikut diri/kelompok, melainkan menuntun orang untuk mengikuti Kristus. Di lingkungan yang sarat filsafat Yunani itu, ketika orang-orang Korintus mengagungkan kecerdasan, kecakapan bicara, dan penampilan publik. 

Paulus mengingatkan, Injil tidak bisa diberitakan dengan mengandalkan kemampuan manusia. Injil harus diberitakan dengan hikmat Allah agar menghasilkan pertumbuhan rohani. Itu artinya, orang yang memberitakan Injil harus hidup di Yesus Kristus, agar terang Kristus menerangi dan menuntun langkahnya untuk melayani dengan setia. 

Firman Tuhan saat ini mengingatkan para remaja GMIM serta pembina remaja yang ada, untuk selalu mengevaluasi gerak pelayanannya sehingga tidak terjebak pada "branding rohani" yang menciptakan kubu dan melahirkan perpecahan dalam pelayanan gereja, sebaliknya seia sekata, sehati sepikir dan erat bersatu dalam melayani. 

Ini bukan tentang seragam atau menyamakan selera, melainkan sikap tunduk pada otoritas Kristus. Karena Banyak kali konflik muncul bukan soal prinsip iman, melainkan karena ego, kelompok serta keinginan menjadi dominan dan didengar. 

Firman Tuhan mengajak semua anak Tuhan agar seia sekata melayani Tuhan. Ini bukanlah diam asal damai, tetapi mau dikoreksi dan ikut kata Firman. Sebab kesatuan bukan soal chemistry tim, tapi buah dari pertobatan bersama.

Amin.

_____________

Doa:

Bapa,

Terima kasih untuk firman-Mu yang menegur sekaligus memulihkan hati kami.

Kami mengaku, sering kali kami lebih sibuk membangun nama, kelompok, dan pengaruh, daripada membangun kesatuan di dalam kasih-Mu.

Kami mudah terpesona pada figur, gaya pelayanan, dan pengakuan manusia, hingga tanpa sadar membiarkan ego mengambil alih arah pelayanan kami.

Ampuni kami, Tuhan, bila dalam melayani kami lebih ingin didengar daripada taat, lebih ingin terlihat daripada setia, lebih ingin menang sendiri daripada berjalan bersama.

Bersihkan hati kami dari motivasi yang tidak murni. Runtuhkan setiap “branding rohani” yang memisahkan dan melukai tubuh Kristus. Ajari kami untuk kembali menempatkan Engkau sebagai pusat dari setiap gerak pelayanan kami.

Khususnya kami berdoa bagi kami remaja GMIM dan kami yang adalah pembina remaja, bentuklah kami menjadi pelayan-pelayan yang rendah hati, mau dikoreksi oleh firman, dan rela disatukan oleh kasih Kristus.

Mampukan kami untuk seia sekata, bukan karena kesamaan selera, tetapi karena ketaatan pada otoritas-Mu. Mampukan kami untuk sehati sepikir, bukan karena kenyamanan, tetapi karena pertobatan yang terus diperbarui.

Biarlah terang Kristus menerangi pelayanan kami, supaya melalui hidup dan kesatuan kami, nama-Mu saja yang ditinggikan.

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa dan menyerahkan hidup kami.

Amin.


Mau renungan seperti ini atau info menarik lainnya seputar remaja? Klik link ini ya!

Comments

Popular posts from this blog

Lirik Mars Lansia GMIM

KHOTBAH PRIA KAUM BAPA GMIM (Pembacaan Alkitab: Amsal 9:1-18)

Lirik Mars PKB GMIM, KAUM BAPA G'REJA & HYMNE PKB GMIM