Posts

KHOTBAH Efesus 1:15–23 “YESUS KRISTUS ADALAH KEPALA DARI SEGALA YANG ADA”

Image
Saudara" yang di kasihi Tuhan, Kadang, ketika membaca surat Paulus, kita merasa seperti sedang membaca surat dari seorang sahabat lama yang tulus dan peduli pada keadaan rohani kita.  Begitu juga ketika membaca surat Paulus untuk jemaat di Efesus pada kitab efesus pasal 1:15–23. Ada nada lembut di sana, bukan sebuah bentakan, bukan perintah otoriter melainkan yang bisa kita rasakan adalah doa seorang kakak sarani yang ingin kita benar-benar mengenal Sang Juruselamat. Surat Efesus ditulis ketika Paulus berada di penjara. Ia tahu bahwa jemaat sedang menghadapi berbagai tantangan diantaranya godaan hidup lama, tekanan budaya sekitar, perpecahan antara Yahudi dan non-Yahudi, dan rasa tidak aman mengenai masa depan gereja. Paulus tidak membalas situasi sulit itu dengan strategi teologis yang rumit atau instruksi administrasi gereja yang muluk-muluk. Ia justru membalas dengan doa, agar mereka mengenal Kristus dengan benar. Itulah sebabnya Efesus pasal 1 sangat menekankan men...

NYANYIAN YANG DIUSULKAN PADA IBADAH MINGGU (9-15 NOVEMBER 2025)

Image
NYANYIAN YANG DIUSULKAN DALAM IBADAH MINGGU SESUAI MTPJ Tema Mingguan: “Yesus Kristus Adalah Kepala dari Segala yang Ada” (Efesus 1:15–23) TATA IBADAH YANG DIUSULKAN Hari Minggu – Bentuk II Bagian Ibadah, Nyanyian yang Diusulkan:  Kemuliaan bagi Allah   PKJ No. 13 “Kita Masuk Rumah-Nya” Syair dan Lagu: We Have Come Into His House, Bruce Ballinger, 1976, Terjemahan: Yamuger, 1998, do=es 4 ketuk (1) Kita masuk rumah-Nya, berkumpul menyembah kepada-Nya. Kita masuk rumah-Nya, berkumpul menyembah kepada-Nya. Kita masuk rumah-Nya, berkumpul menyembah Kristus, menyembah Kristus Tuhan. (2) Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada-Nya. Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada-Nya. Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada Kristus, menyembah Kristus Tuhan. Ses Doa Penyembahan NNBT No. 4 “Naikkan Doa Pada Allah” Arnold H. Pelokang, 2002 Jhonly Wenas dan Tim, 2009 1=D 3/4 Versi 1 1 Naikkan doa pada Allah di tempatNya yang kudus; sembah Dia yang di sorga Allah Yang Mahakudus. ...

KHOTBAH “Peroleh dan Peliharalah Hikmat” Amsal 4:1–9

Image
Saudaraku, hidup di dunia yang penuh perubahan dan godaan ini menuntut kita untuk memiliki satu hal yang jauh lebih berharga daripada harta, kekuasaan, atau kepandaian yaitu hikmat.  Hikmat bukan sekadar kepintaran intelektual, tetapi kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan yang jahat, benar dan salah, berkenan kepada Allah atau tidak. Kitab Amsal 4:1–9 menegaskan pentingnya untuk memperoleh dan memelihara hikmat. Dua kata ini: peroleh dan pelihara menjadi pesan sentral bagi setiap orang percaya, baik tua maupun muda, orangtua maupun anak, pelayan gereja maupun masyarakat. Penulis kitab Amsal, berbicara seperti seorang ayah kepada anak-anaknya: Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah,  dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, (Ayat 1) Memperoleh hikmat berarti menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar hidup. Mencarinya dengan kesungguhan hati, bukan kebetulan. Dalam ayat 5 tertera dengan jelas: Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan...

Khotbah Kejadian 48:1–22 "Allah Sebagai Gembala Memberkati Keturunanmu"

Image
Saudara yang dikasihi Tuhan, Kejadian 48 menampilkan sesuatu yang sangat indah dan menyentuh hati, yaitu ketika Yakub yang sudah lanjut usia memberkati anak-anak Yusuf, yaitu Efraim dan Manasye. Ketika Yakub mengatakan, "Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang, dan sebagai Malaikat yang telah melepaskan aku dari segala bahaya, Dialah kiranya yang memberkati orang-orang muda ini." Kalimat ini menunjukkan pengakuan iman yang sangat pribadi dari Yakub. Ia yang mengenal Allah bukan sekadar Allah nenek moyangnya, tetapi Allah yang menjadi Gembala pribadinya yang memimpin, menjaga, dan yang telah memberkati sepanjang hidupnya. Kalimat Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang adalah bentuk pengungkapan Yakub yang mengakui bahwa dari masa mudanya, bahkan ketika ia lari dari rumah karena takut pada Esau, Allah selalu menjadi Gembala yang setia. Itu juga berarti Allah yang sama yang tid...

Khotbah Lukas 8:4–15 "Firman yang Berbuah dalam Ketekunan"

Image
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Di zaman sekarang, mendengar firman Tuhan bukanlah hal yang sulit. Kita bisa mendengarnya melalui ibadah gereja, renungan harian, YouTube, bahkan lewat media sosial lainnya. Tetapi mengapa sudah begitu banyak firman yang kita dengar, cuma sedikit yang benar-benar mengubah hidup kita? Bacaan Alkitab kita dalam kitab Injil Lukas ini akan menolong kita menemukan jawabannya. Perumpamaan tentang Penabur. Injil Lukas mencatat momen penting ketika Yesus mulai dikenal banyak orang. Orang-orang dari berbagai kota datang berbondong-bondong untuk mendengar Dia. Dari antara mereka ada yang hanya penasaran, ada yang hanya mau mujizat, ada yang ingin jawaban, dan ada yang hanya sekadar ingin melihat-Nya. Dari kesemuanya itu, Yesus melihat bahwa tidak semua hati siap menerima kebenaran. Banyak yang mendengar, tapi tidak memahami. Banyak yang mengikuti, tapi tidak berakar. Karena itu Yesus memakai perumpamaan. Ini adalah cara mengajar yang mengundang or...

PENGAKUAN IMAN NICEA-KONSTANTINOPEL

Image
PENGAKUAN IMAN NICEA-KONSTANTINOPEL Aku percaya kepada satu Allah Bapa, yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, segala yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu TUHAN, Yesus Kristus Anak Allah yang Tunggal, Yang lahir dari Sang Bapa sebelum ada segala zaman. Allah dari Allah, terang dari terang, Allah yang sejati dari Allah yang sejati diperanakan, bukan dibuat, sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraannya segala sesuatu dibuat yang telah turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita, dan menjadi daging, oleh Roh Kudus, dari anak dara Maria dan menjadi manusia, yang disalibkan bagi kita di bawah Pemerintahan Pontius Pilatus menderita dan dikuburkan; yang bangkit pada hari ketiga: sesuai dengan isi Kitab-kitab dan naik ke surga, yang duduk di sebelah kanan Sang Bapa, dan akan datang kembali dengan kemuliaan, untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati yang kerajaan-Nya takkan berakhir. Aku percaya kepada Roh Kudus. Yang adalah ...

Renungan Pagi "Berbahagialah Bangsa yang Allahnya Ialah TUHAN" Mazmur 144:1-15

Image
Saudaraku, Minggu ini terasa istimewa. Ada tiga peringatan penting yang berdekatan yaitu Hari Tentara Nasional Indonesia dan Hari Guru Internasional pada 5 Oktober, serta Hari Kesehatan Jiwa Internasional pada 10 Oktober. Tiga perayaan ini mengingatkan kita bahwa keamanan, pendidikan, dan kesehatan adalah hal yang saling berkaitan dan semuanya adalah berkat Tuhan atas bangsa. Sebagai gereja, kita tidak berjalan sendiri. Kita diajak untuk bekerja bersama dengan masyarakat dan pemerintah, agar damai sejahtera Allah sungguh hadir bagi semua orang. Di tengah konteks inilah, kita merenungkan firman Tuhan dari Mazmur 144:1–15, dengan tema: “Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.” Mazmur ini berperikop tentang “Nyanyian Syukur Raja.” Daud menulisnya bukan dari tempat yang tenang, melainkan dari tengah tanggung jawab dan peperangan. Ia sudah menjadi raja, tinggal di Yerusalem yang pada waktu itu baru ditetapkan sebagai pusat pemerintahan dan ibadah Israel. Daud tinggal di ...